“Usia yang baru, langkah yang baru” Buka lemari kuambil kopi toraja. Rebus air, lalu keseduh kopinya. Setelah jadi kopinya, seruput demi seruput aku pun menikmatinya. Setelah berlibur cukup lama, sekarang kembali dan di asrama telah dua bulan kira-kira. Rumah di bekasi sudah seperti bukan rumah tinggalku lagi, di sana aku hanya numpang tidur, makan, dan merepotkan orang tua saja. 17 tahun lalu, sang malaikat berupa seorang Ibu melahirkanku. Hari ini, aku berusia 18 tahun tentu dengan izin-Nya. Tak ada yang lebih istimewa ketika umur bertambah, selain bersyukur pada-Nya. Dengan bertambahnya usia, aku selalu berpikir sama seperti sebelumnya. Kira-kira telah apa yang kuperbuat dan apa yang akan kuperbuat selanjutnya. Tapi akhir-akhir ini aku sangat berbahagia. Telah kutemukan sosok bidadari penyelamat, yang sekarang aku dengannya semakin dekat. Bahkan dia bagiku bukan hanya penyelamat, tapi juga inspirator, penasehat, sekaligus penyemangat. Dan semoga sang Maha merestuiku dan dia den...
Postingan
Suara Hati
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
"Tentang akhlak dan Postinganku, Jangan terkecoh, atau tertipu." Ketika saya menulis, memposting, atau menshare kalimat baik, bukan semata-mata saya sudah berakhlak baik dan sudah sempurna. Jika postingan sosial media (socmed) dijadikan alat ukur keshalihan seseorang, maka akan mudah keshalihan itu dimanipulasi. Jika saya dalam postingan saya mengandung atau berbau dakwah, nasehat, kritik atau sebagainya, bukan juga berarti bahwa saya lebih baik dari saudara sekalian. Bahkan, mungkin saya belum bisa mengamalkan semua dari apa-apa yang saya share. Di samping semua itu, sebenarnya tertuju untuk diri saya sendiri. Jika anda setuju dengan suara dan pemikiran saya, ya angkat cangkir kopinya. Juga jika anda tidak setuju dengan saya, ya tidak apa-apa, dan jangan lupa angkat cangkir kopinya.. ☕
Bidadari Penyelamat
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Bidadariku, jangan pernah berhenti menginspirasiku. “Jika batas kopi hitam adalah ampas. Maka batasku adalah kamu, Bidadariku.” Begitu banyak wanita cantik, entah kenapa hanya dia yang membuatku tertarik. Bahkan gadis yang kusebut Budadari itu bukan hanya menarik, tapi ciptaan Tuhan sekaligus pemandangan paling indah yang pernah aku lirik. Sejak kapan? sejak hari itu, saat pertama bertemu dengannya. Bukan pandangan pertama juga sih, karena memang sepengetahuanku pandangan pertama tercipta ketika wajah lelaki dan wanita saling memandang. Dan saat itu hanya aku saja saja yang memandang secara diam-diam, dia si Bidadari anggun rupawan, ketika aku sedang seruput kopi di warkopnya orang padang. wajahnya selalu melekat di dalam benakku. Meski saat ini aku dengannya hanya sebatas teman, aku cukup bahagia. Aku masih berpegang teguh dengan prinsip yang aku ciptakan sejak lulus STM dulu. “Cinta itu suci, tidaklah pantas jika karena cinta dengan sesorang kita mengotorinya dengan status...
Memories of Rain city
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Mimpi basah di kota hujan, sedikit menyebalkan tapi menyenangkan. Beberapa hari yang lalu, tepat pada tanggal 29 desember 2018. Aku, adik lelakiku yang paling tua yang kusuka panggil dia si Tompel, sepupu lekakiku yang ku sebut si Pirang karena memang akhir-akhir ini ia sedikit alay dan rambutnya seperti warna tembaga, dan sepepuku yang paling cantik tapi si Pirang suka menyebutnya Bawel. Maka dari itu, sekarang aku juluki dia si Bawel. Pergi ke kota hujan yaitu Bogor, untuk mengikuti acara Jambore Pemuda Islam atau sebutlah pesantren kilat. Sesampainya di lokasi titik kumpul, aku bertemu banyak sekali orang yang beragam. Dari mulai asal, usia, sifat, Dan karakter. Untungnya, ada beberapa murid dari ayahku yang juga mengikuti acara ini, dan aku pun senang ternyata ada juga orang yang ku kenal. Karena aku suka bete jika harus berbaur dengan orang yang belum ku kenal. Nama mereka adalah Mad, Do Di, Will And, O Lil, Son Ma, dan La Thief. Si Mad temanku, ia salah satu murid ayahku...
Pertemuan si Mat dengan Bidadari Nada Jowo
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
"Jatuh cinta, seperti terlelap di dalam lautan paling dalam, kaki pun terasa lumpuh tak bisa bergerak." Seorang bernama Mat, setiap hari bahkan ketika tidak ada kelas kuliah ia sering pergi ke warung kopi untuk mencari relexasi. Suatu ketika ia sedang ngopi dan membaca buku di warkop sebelah kampusnya. Ia melihat seorang wanita, bahkan bidadari, pikirnya. Ia memandangi bidadari itu sembari menyeruput kopinya. “Sungguh indah” katanya. Seperti berada di bukit tinggi melihat pemandangan yang teramat indah. Bahkan Ia menganggap Bidadari itu lebih indah dari pemandangan-pemandangan indah dan tempat wisata yang pernah dikunjunginya. Setelah Bidadari itu pergi dari matanya, ia pun segera bertindak untuk mencari tahu siapa namanya, dimana asalnya, dan semua tentangnya, tak peduli bagaimanapun caranya. Sejak saat itu, setiap kali ia di warung kopi, ia selalu berharap Tuhan mendatangkan lagi sosok bidadari yang lewat dekat warung kopi tempat biasa ia merenung itu. Bahkan, ...
Mungkin, ini Puisi
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Tuhan, masih adakah maaf untukku? Lidahku sering berucap Tauhid, tapi aku sering memberhalakan materi di sekitarku... Bibirku mengatakan Kau ada, tapi aku sering meragukan pertolongan-Mu... Aku tahu Kau Mahakaya, tapi aku sering membanggakan yang bukan milikku. Padahal ini semua adakah milik-Mu... Aku mengerti Kau lah sebaik-baiknya penentu hasil, tapi aku sering memaksakan rencana yang padahal belum tentu baik untukku... Aku tahu bahwa Kau selalu mengampuni hamba-Mu yang bertaubat, tapi terkadang airmataku bukan untuk-Mu... Aku tahu ujian-Mu datang untuk mengikis dosa yang kusebabkan, tapi aku sering merasa Engkau menurunkan cobaan untuk menegurku... Siapakah aku, sehingga tidak layak mendapat teguran-Mu? Aku tahu diriku kecil, tapi aku sering tidak mampu membesarkan-Mu... Aku tahu ini salah, tapi aku sering mengulang-ulang kesalahanku... Tuhan, Maafkan Aku...