Bidadari Penyelamat
Bidadariku, jangan pernah berhenti menginspirasiku.
“Jika batas kopi hitam adalah ampas. Maka batasku adalah kamu, Bidadariku.”
Begitu banyak wanita cantik, entah kenapa hanya dia yang membuatku tertarik. Bahkan gadis yang kusebut Budadari itu bukan hanya menarik, tapi ciptaan Tuhan sekaligus pemandangan paling indah yang pernah aku lirik.
Sejak kapan? sejak hari itu, saat pertama bertemu dengannya. Bukan pandangan pertama juga sih, karena memang sepengetahuanku pandangan pertama tercipta ketika wajah lelaki dan wanita saling memandang. Dan saat itu hanya aku saja saja yang memandang secara diam-diam, dia si Bidadari anggun rupawan, ketika aku sedang seruput kopi di warkopnya orang padang. wajahnya selalu melekat di dalam benakku. Meski saat ini aku dengannya hanya sebatas teman, aku cukup bahagia. Aku masih berpegang teguh dengan prinsip yang aku ciptakan sejak lulus STM dulu. “Cinta itu suci, tidaklah pantas jika karena cinta dengan sesorang kita mengotorinya dengan status pacaran. Jika kita jatuh cinta kepada seorang wanita akan lebih baik kita meminta restu-Nya, bekerja atau mencari modal lalu usaha. Jika sudah ada biaya untuk menikah, lalu carilah waktu yang tepat untuk menikahinya.”
Kemarin, aku ajak akalku berkeliling. sampai pada sebuah titik bosan, bosan memikirkan dan mencari apa alasan aku mencintainya. Setiap memikirkan hal itu, aku belum nemu jawabannya.
Dan sekarang, entah kenapa sekarang aku terpengaruh oleh perkataan si Jiraiya yang salah satu tokoh anime di film Naruto. Si Jiraiya pernah bilang kepada si Naruto kurang lebih seingatku begini, “Tempat untukmu pulang adalah dimana ada orang yang selalu memikirkanmu”. Karena kata-kata itu, aku jadi selalu memikirkannya, berharap bahwa diri ini adalah tempat untuknya pulang dan sebaliknya. Aku juga selalu berharap kepada Tuhan bahwa dialah orangnya, orang yang akan ku habiskan sisahkan hidupku bersamanya.
Tentang judul tulisan diatas, yaitu Bidadari Penyelamat. Karena memang dia adalah Bidadari yang dikirim Tuhan untukku lalu menjadi Penyelamat. Kenapa begitu? Mari kita baca uraian di bawah ini.
Jujur saja, aku sangat benci dengan mata kuliah Bahasa Inggris, semenjak SD aku malas masuk kelas setiap pelajaran Bahasa Inggris. Tapi semenjak mengenal dan sering berkomunikasi dengannya, sekarang berubah. Aku jadi mulai mencoba untuk suka Bahasa Inggris. Karena memang dia cukup jago di bidang Bahasa Inggris. Oleh karena itu aku putuskan untuk terus mencoba untuk suka belajar Bahasa Inggris, menyeimbanginya dengan mengejarnya agar menjadi lebih baik darinya, karena aku gamau kalah dengannya. Ketika kemarin hasil ulangan Bahasa Inggris keluar nilai yang kurang memuaskan, aku curhat kepadanya. Dia pun spontan menasehatiku dengan kata, “Belajar lagi”. Bukan hanya itu, bahkan dia ajari aku rumus-rumusnya. itu jadi selalu hadir di benakku. Seolah-olah dia mensupport serta menyemangatiku dengan kata-kata juteknya.
“Tuhan, andai dia adalah dosen yang mengajariku Bahasa Inggris, dan hanya aku yang menjadi mhasiswanya, aku akan jago Bahasa Inggris. Sangking jagonya mungkin nanti ketika malaikat-Mu menanyaiku tentang siapa Tuhanku, bukan dengan Bahasa Arab, aku menjawabnya dengan Bahasa Inggris.”, pikirku yang pagi-pagi belum ngopi.
Ketika musuhku menyerang, mengajakku untuk bermalas-malasan dan membuatku lalai, akal pun menasehatiku, "Ayo semangat, jangan lembek. Salah satu mimpimu ngebahagiain si Bidadari itu toh". Lalu diriku pun bangun dan menjawab si akal yang telah menasehati, "Oke teman, terima kasih telah mengingatkan."
Jika ditanya kenapa kusebut dia si Bidadari Penyelamat, tentunya banyak lah, banyak hal yang gak bisa dijelasin dengan kata-kata. Dia menjadi penyelamat sekaligus penyemangat. Yang karena dia hidupku berubah menjadi lebih baik dari sebelumnya. Maka dari itu, aku sebut dia, si Bidadari Penyelamat.
Bersambung.[]
“Jika batas kopi hitam adalah ampas. Maka batasku adalah kamu, Bidadariku.”
Begitu banyak wanita cantik, entah kenapa hanya dia yang membuatku tertarik. Bahkan gadis yang kusebut Budadari itu bukan hanya menarik, tapi ciptaan Tuhan sekaligus pemandangan paling indah yang pernah aku lirik.
Sejak kapan? sejak hari itu, saat pertama bertemu dengannya. Bukan pandangan pertama juga sih, karena memang sepengetahuanku pandangan pertama tercipta ketika wajah lelaki dan wanita saling memandang. Dan saat itu hanya aku saja saja yang memandang secara diam-diam, dia si Bidadari anggun rupawan, ketika aku sedang seruput kopi di warkopnya orang padang. wajahnya selalu melekat di dalam benakku. Meski saat ini aku dengannya hanya sebatas teman, aku cukup bahagia. Aku masih berpegang teguh dengan prinsip yang aku ciptakan sejak lulus STM dulu. “Cinta itu suci, tidaklah pantas jika karena cinta dengan sesorang kita mengotorinya dengan status pacaran. Jika kita jatuh cinta kepada seorang wanita akan lebih baik kita meminta restu-Nya, bekerja atau mencari modal lalu usaha. Jika sudah ada biaya untuk menikah, lalu carilah waktu yang tepat untuk menikahinya.”
Kemarin, aku ajak akalku berkeliling. sampai pada sebuah titik bosan, bosan memikirkan dan mencari apa alasan aku mencintainya. Setiap memikirkan hal itu, aku belum nemu jawabannya.
Dan sekarang, entah kenapa sekarang aku terpengaruh oleh perkataan si Jiraiya yang salah satu tokoh anime di film Naruto. Si Jiraiya pernah bilang kepada si Naruto kurang lebih seingatku begini, “Tempat untukmu pulang adalah dimana ada orang yang selalu memikirkanmu”. Karena kata-kata itu, aku jadi selalu memikirkannya, berharap bahwa diri ini adalah tempat untuknya pulang dan sebaliknya. Aku juga selalu berharap kepada Tuhan bahwa dialah orangnya, orang yang akan ku habiskan sisahkan hidupku bersamanya.
Tentang judul tulisan diatas, yaitu Bidadari Penyelamat. Karena memang dia adalah Bidadari yang dikirim Tuhan untukku lalu menjadi Penyelamat. Kenapa begitu? Mari kita baca uraian di bawah ini.
Jujur saja, aku sangat benci dengan mata kuliah Bahasa Inggris, semenjak SD aku malas masuk kelas setiap pelajaran Bahasa Inggris. Tapi semenjak mengenal dan sering berkomunikasi dengannya, sekarang berubah. Aku jadi mulai mencoba untuk suka Bahasa Inggris. Karena memang dia cukup jago di bidang Bahasa Inggris. Oleh karena itu aku putuskan untuk terus mencoba untuk suka belajar Bahasa Inggris, menyeimbanginya dengan mengejarnya agar menjadi lebih baik darinya, karena aku gamau kalah dengannya. Ketika kemarin hasil ulangan Bahasa Inggris keluar nilai yang kurang memuaskan, aku curhat kepadanya. Dia pun spontan menasehatiku dengan kata, “Belajar lagi”. Bukan hanya itu, bahkan dia ajari aku rumus-rumusnya. itu jadi selalu hadir di benakku. Seolah-olah dia mensupport serta menyemangatiku dengan kata-kata juteknya.
“Tuhan, andai dia adalah dosen yang mengajariku Bahasa Inggris, dan hanya aku yang menjadi mhasiswanya, aku akan jago Bahasa Inggris. Sangking jagonya mungkin nanti ketika malaikat-Mu menanyaiku tentang siapa Tuhanku, bukan dengan Bahasa Arab, aku menjawabnya dengan Bahasa Inggris.”, pikirku yang pagi-pagi belum ngopi.
Ketika musuhku menyerang, mengajakku untuk bermalas-malasan dan membuatku lalai, akal pun menasehatiku, "Ayo semangat, jangan lembek. Salah satu mimpimu ngebahagiain si Bidadari itu toh". Lalu diriku pun bangun dan menjawab si akal yang telah menasehati, "Oke teman, terima kasih telah mengingatkan."
Jika ditanya kenapa kusebut dia si Bidadari Penyelamat, tentunya banyak lah, banyak hal yang gak bisa dijelasin dengan kata-kata. Dia menjadi penyelamat sekaligus penyemangat. Yang karena dia hidupku berubah menjadi lebih baik dari sebelumnya. Maka dari itu, aku sebut dia, si Bidadari Penyelamat.
Bersambung.[]
Komentar
Posting Komentar